Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai

0
53
Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai

Pengendalian hama dan penyakit adalah salah satu cara yang wajib dilakukan saat membudidayakan tanaman cabai. Jika dibiarkan dan tak secepatnya dilakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai tentu bisa berakibat pada penurunan hasil panen.

Jenis dan Cara Pengendalian Hama pada Tanaman Cabai

1. Ulat Tanah

Ulat tanah biasanya menyerang tanaman cabai yang baru saja dipindah tanam. Hama yang satu ini menyerang dengan menggerogoti batang utama hingga bisa menyebabkan tanaman cabai roboh.

Langkah pencegahan serangan hama ulat tanah ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida Turex WP dengan dosis 0,25 – 0,5 gram/ liter air bergantian dengan penyemprotan insektisida Direct 25ec dengan dosis 0,4 ml/liter air atau insentisida Raydok 28ec dengan dosis 0,25-0,5 ml/liter air tepat satu hari sebelum tanaman cabai dipindah tanam.

2. Ulat grayak

Jenis hama yang satu ini biasanya menyerang daun, buah dan tanaman cabai yang masih kecil. Salah satu cara pengendalian hama ulat grayak yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida Turex WP dengan dosis 0,25 – 0,5 gram/liter air bergantian dengan penyemprotan insektisida Direct 25ec dengan dosis 0,4 ml/liter air atau insentisida Raydok 28ec dengan dosis 0,25-0,5 ml/liter air pada sore atau malam hari.

3. Lalat buah

Seperti namanya, jenis hama ini menyerang bagian buah cabai. Serangan lalat buah biasanya ditandai dengan munculnya lubang-lubang kecil, kulit buah yang menguning dan jika dibelah biji cabai berwarna kehitaman. Jika dibiarkan, buah cabai bisa rontok.

Cara untuk mencegah serta mengendalikan hama lalat buah yaitu dengan menggunakan perangkap lalat sexferomon atau dengan menyemprotkan insektisida Winder 100EC dengan dosis 0,5 – 1 ml/ liter air bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan dosis 0,25-0,5 ml/liter air atau dengan insektisida Cyrotex 75sp dengan dosis 0,3-0,6 gram/liter air.

4. Hama Tungau | Cara Pengendalian Hama pada Tanaman Cabai

Hama tungau biasanya menyerang tanaman cabai hingga menyebabakan daunnya berubah menjadi kemerahan, menggulung ke atas, dan menebal. Jika dibiarkan, lama kelamaan daun cabai akan rontok.

Cara pencegahan dan pengendalian hama tanaman cabai ini yaitu dengan melakukan penyemprotan dengan menggunakan akarisida Samite 135EC dengan konsentrasi  0,25 – 0,5 ml/liter air bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan dosis 0,25-0,5 ml/liter air.

5. Hama Thrips

Tanaman cabai yang terserang hama thrips biasanya ditandai dengan bunganya yang mengering dan rontok. Sedangkan jika menyerang daun, maka ditandai dengan daunnya yang menggulung dan terdapat bercak berwarna putih. Namun, jika daun cabai terserang hama aphids, maka daunnya akan menggulung kedalam, keriting, menguning dan mudah rontok.

Langkah pencegahan dan pengendalian hama yang tepat yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida Winder 25 WP dengan dosis 100 – 200 gram / 500 liter air / hektar atau dengan Winder 100EC 125 – 200 ml / 500 liter air / hektar bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan dosis 0,25-0,5 ml/liter air.

6. Nematoda

Jenis hama tanaman cabai ini lebih sering menyerang daerah perakaran. Jika tanaman cabai terserang hama nematoda, maka bisa mengakibatkan penyaluran nutrisi menjadi terhambat sehingga pertumbuhannya pun menjadi terganggu. Selain itu, kerusakan yang diakibatkan oleh nematoda juga bisa menyebabkan infeksi bakteri sehingga tanaman cabai lebih mudah terserang penyakit layu bakteri.

Langkah pencegahan yang efektif yaitu dengan membudidayakan varietas cabai yang tahan terhadap nematoda serta melakukan rotasi pada tanaman cabai. Namun, jika lahan yang digunakan untuk budidaya tanaman cabai merupakan daerah endemi, maka sebaiknya saat pemupukan dibarengi dengan pemberian nematisida.

Jenis dan Cara Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai

Jenis dan Cara Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai

1. Penyakit Anthracnose

Jenis penyakit ini biasanya menyerang bagian buah cabai. Tanda awal jika buah cabai sudah terserang penyakit anthracnose yaitu kulit buah yang mengkilap, lama kelamaan muncul bercak yang perlahan meluas dan membusuk.

Cara yang tepat untuk mengendalikan jenis penyakit ini yaitu dengan menyemprotkan fungisida Kocide 54 WDG dengan dosis 1-2 gram/liter air bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan dosis 1-2 gram/liter air.

2. Penyakit Busuk Phytopthora

Jenis penyakit tanaman cabai ini bisa menyerang bagian daun, batang dan buahnya. Tanda-tanda jika tanaman cabai sudah terserang penyakit ini yaitu terdapat bercak berwarna coklat kehitaman yang lama kelamaan akan menyebabakan pembusukan.

Langkah pengendalian yang benar yaitu dengan menyemprotkan fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5-3 kg/hektar bergantian dengan fungisida Victory 80WP dosis 2-4 gram/liter air dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8-1 gram/liter air.

3. Rebah Semai

Jenis penyakit ini biasanya menyerang tanaman cabai saat disemai. Penyakit ini disebabakan oleh jamur Phytium sp. Langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan yaitu menyemprotkan benih dengan Saromyl 35SD dan menyemprotkan fungisida sistemik Starmyl 25WP saat di persemaian dan saat dipindah tanam dengan dosis 0,5-1 gram/liter air.

4. Penyakit Layu Fusarium | Jenis dan Cara Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai

Penyakit layu fusarium dan layu bakteri biasanya menyerang tanaman cabai saat mencapai fase generatif (berbunga dan berbuah). Cara untuk mencegah serangan penyakit ini yaitu dengan melakukan penyiraman Kocide 77WP dengan dosis 5 gram/liter air untuk setiap lima tanaman cabai. Langkah ini bisa dimulai saat tanaman cabai akan berbunga dengan interval 10 hingga 14 hari.

5. Penyakit Bercak Daun

Salah satu jenis penyakit yang bisa menyerang tanaman cabai ini disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Serangan penyakit ini ditandai dengan bercak berwarna putih pada bagian tengahnya dan berwarna coklat kehitaman pada bagian tepinya.

Penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan penyemprotan fungisida Kocide 54WDG dosis 1,5-3 gram/liter air bergantian dengan fungisida Victory 80WP dosis 2-4 gram/liter air dengan interval 7 hari.

6. Penyakit Mozaik Virus | Jenis dan Cara Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai

Saat ini belum ada pestisida yang dapat mengendalikan penyakit tanaman yang satu ini. Namun, langkah pencegahannya bisa dilakukan dengan pengendalian hama aphids sebagai hewan pembawa virus mozaik tersebut.

Demikian beberapa cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai. Langkah pencegahan hama dan penyakit pada dasarnya bisa dilakukan dengan penggunaan benih cabai yang berkualitas.

Anda pecinta makanan pedas dan sambal? tak ada salahnya Anda memulai mencoba membudidayakan tanaman cabai sendiri di rumah. Yuk baca juga 5 Cara Membuat Sambal Bawang yang Enak.